Artikel Berita

Daya Beli Petani Menguat di Akhir 2025, NTP Desember Naik 1,05%

Penulis

Super Admin

Diterbitkan

05 Januari 2026

Kategori

Umum

Dilihat

31x

Penulis

Super Admin

Tanggal

05/01/2026

Kategori

Umum

Dilihat

31x

#petani indonesia

Jakarta - Kondisi ekonomi petani Indonesia menunjukkan perbaikan pada akhir 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 meningkat 1,05% dibandingkan November 2025, menandakan daya beli petani semakin kuat seiring membaiknya harga hasil pertanian.

Dikutip dari CNBC, BPS menjelaskan, Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan daya beli petani, dengan membandingkan harga yang diterima petani dari hasil pertanian dengan harga yang harus dibayar untuk kebutuhan hidup dan biaya usaha tani.

Jika NTP berada di atas angka 100, berarti pendapatan petani secara umum lebih tinggi dibanding pengeluarannya.
Pada Desember 2025, NTP tercatat berada di kisaran 125, yang menunjukkan petani masih berada pada posisi yang relatif menguntungkan.

Kenaikan ini terjadi karena harga hasil pertanian yang diterima petani meningkat lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Secara rinci, peningkatan NTP didorong oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani, yaitu indeks yang mencerminkan perubahan harga hasil panen yang dijual petani, seperti padi, palawija, hortikultura, dan komoditas lainnya. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani, yang mencerminkan biaya hidup serta biaya produksi seperti pupuk, benih, dan transportasi, naik dengan laju yang lebih terkendali.

Kondisi ini berdampak positif terhadap kehidupan petani. Dengan daya beli yang lebih baik, petani memiliki ruang ekonomi yang lebih longgar untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mendukung kegiatan usaha tani, serta menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tingkat desa.

Meski demikian, BPS menegaskan bahwa NTP merupakan indikator harga dan daya beli, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan seluruh tantangan yang dihadapi petani, seperti faktor cuaca, risiko gagal panen, maupun perbedaan kondisi antarwilayah. Namun, kenaikan NTP Desember 2025 tetap menjadi sinyal positif bagi perbaikan ekonomi sektor pertanian nasional.

Pemerintah terus mendorong stabilitas harga hasil pertanian, ketersediaan sarana produksi, serta kebijakan pendukung lainnya agar tren positif daya beli petani dapat terus terjaga pada tahun 2026.