Bogor - Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, hari ini resmi membuka Temu Tani 2025 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama HKTI di Bogor. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen nasional dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh nasional, salah satunya Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) yang memberikan apresiasi atas semangat para petani yang terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Penguatan Kelembagaan Petani & Fokus pada Program 2025–2030
Dalam sambutannya, Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian akan terus menjadi prioritas pemerintah. Ia menekankan pentingnya modernisasi pertanian, peningkatan akses permodalan, serta penguatan kelembagaan petani agar kesejahteraan mereka meningkat secara signifikan.
“Pertanian adalah tulang punggung bangsa. Hari ini kita menyatukan langkah untuk memastikan petani Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Rakernas ini menjadi ruang untuk merancang program yang benar-benar menyentuh kebutuhan petani,” ujar Sudaryono.
Rakernas HKTI 2025 juga menjadi wadah untuk menyusun Program Kerja HKTI 2025–2030, yang mencakup:
• Peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian
• Pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian
• Memperluas akses pasar dan permodalan untuk petani
• Penguatan organisasi dan kapasitas petani
• Penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk irigasi dan logistik pangan
Titiek Soeharto: Petani Harus Menjadi Tuan di Negeri Sendiri
Dalam kesempatan yang sama, Titiek Soeharto menyampaikan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan petani merupakan cita-cita panjang yang harus terus diwujudkan lintas generasi.
“Petani kita harus dimuliakan. Mereka bukan hanya penyedia pangan, tetapi juga penjaga kedaulatan bangsa. Sudah saatnya petani menjadi tuan di negeri sendiri,” tegas Titiek.
Ia juga menyebut bahwa cita-cita masa lalu mengenai swasembada pangan dan kemakmuran petani masih tetap relevan, sehingga membutuhkan kerja bersama yang serius dan berkelanjutan.
Harapan untuk Masa Depan Pertanian Indonesia
Temu Tani dan Rakernas HKTI 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, dan para pemangku kepentingan semakin kuat. Melalui forum strategis ini, diharapkan lahir kebijakan dan program yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.
HKTI menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garis depan dalam memperjuangkan kepentingan petani Indonesia — dari hulu hingga hilir — agar mereka dapat menikmati kesejahteraan yang lebih baik dan hidup lebih sejahtera.