Artikel Berita

Kementan Targetkan Produksi Beras 34,77 Juta Ton, HKTI Siap Dukung Penguatan Kedaulatan

Penulis

Super Admin

Diterbitkan

01 Desember 2025

Kategori

Umum

Dilihat

139x

Penulis

Super Admin

Tanggal

01/12/2025

Kategori

Umum

Dilihat

139x

#kementan#hkti

Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan target produksi beras nasional sebesar 34,77 juta ton pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan. Target ini disusun menyikapi tantangan kebutuhan pangan nasional serta dinamika perubahan iklim yang berpengaruh pada produktivitas lahan.
\r\n
\r\nMenteri Pertanian menegaskan bahwa peningkatan produksi beras akan didorong melalui berbagai program strategis, antara lain optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, penyediaan benih unggul, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan infrastruktur irigasi.
\r\n
\r\nKementan juga terus melakukan perbaikan tata kelola pupuk dan memperluas akses petani terhadap alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi budidaya. Dalam upaya memastikan program berjalan efektif hingga ke tingkat tapak, pemerintah mendapatkan dukungan penuh dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
\r\n
\r\nSebagai organisasi petani nasional, HKTI berkomitmen mengawal implementasi kebijakan pemerintah, memberikan pendampingan kepada petani, serta memastikan bahwa berbagai program dan fasilitas benar-benar dimanfaatkan secara optimal di lapangan.
\r\n
\r\n“Kami menyambut baik komitmen Kementan dalam mendorong peningkatan produksi beras. HKTI siap berkolaborasi dan mengawal agar program pemerintah dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh petani,” ujar perwakilan HKTI dalam keterangan resminya.
\r\n
\r\nPemerintah menilai sinergi antara Kementan, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan organisasi petani merupakan kunci untuk mewujudkan target produksi 2026. Selain menjaga ketersediaan pangan, peningkatan produksi beras diharapkan mampu mendorong stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
\r\n
\r\nKementan optimistis bahwa kerja sama lintas sektor akan memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional, sekaligus menjadikan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan beras di masa mendatang.

\r\n