Artikel Berita

Tanam Padi Serentak di Godean, Bupati Sleman dan HKTI Dukung Ketahanan Pangan Daerah

Penulis

Azis Abdullah

Diterbitkan

10 Maret 2024

Kategori

Kegiatan

Dilihat

81x

Penulis

Azis Abdullah

Tanggal

10/03/2024

Kategori

Kegiatan

Dilihat

81x

#Teknologi#Irigasi Pintar#KetahananPangan#Inovasi Pertanian

Sleman — Bupati Sleman, Harda Kiswoyo, bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sleman memimpin kegiatan tanam padi serentak di area persawahan Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Jumat (30/5). Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya musim tanam 2025 di wilayah Sleman Barat, sekaligus bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini dihadiri ratusan petani, Ketua DPC HKTI Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Camat Godean, Lurah Sidomulyo, penyuluh pertanian, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tetap menjaga produktivitas di tengah tantangan seperti perubahan iklim, kelangkaan pupuk, hingga alih fungsi lahan.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen nyata untuk menjaga ketersediaan pangan lokal. Saya harap ini menjadi awal musim tanam yang baik dan menghasilkan panen melimpah,” ujar Harda.

Ia juga mendorong penerapan teknologi pertanian modern, seperti penggunaan pupuk organik, irigasi efisien, dan benih unggul tahan hama.

Ketua DPC HKTI Sleman, Setiyati Prihatini, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan intensif kepada petani di Sleman.

“HKTI mendorong petani tidak hanya menanam, tetapi memahami proses pertanian secara menyeluruh, termasuk pengolahan lahan hingga pemasaran hasil panen,” jelas Setiyati.

Ia menambahkan bahwa HKTI berkomitmen memperkuat kapasitas petani melalui pelatihan, penyuluhan, dan kemitraan dengan pemerintah maupun sektor swasta, agar kegiatan pertanian menjadi berkelanjutan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat, produksi padi DIY tahun 2024 mencapai 452.830 ton GKG, turun 15,22% dibanding tahun sebelumnya. Luas panen pun berkurang 8,25%. Situasi ini menjadi latar belakang pentingnya program tanam serentak sebagai upaya konkret mengangkat kembali produktivitas pertanian.

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman simbolis benih padi varietas IR 64 oleh Bupati dan jajaran. Varietas ini dipilih karena adaptif terhadap kondisi lokal dan berdaya hasil tinggi.

Salah satu petani dari Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Joko, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan langsung dari pemerintah daerah.

“Kami senang dan termotivasi dengan kehadiran Pak Bupati. Ini jadi penyemangat baru bagi kami,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi krisis pangan, memperkuat ekonomi petani, dan menegaskan sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan daerah.